Personal blog yang mengupas masalah kesehatan, kecantikan, pelajaran dan masih banyak lagi.

8 Bentuk Tes Bahasa Indonesia


Bentuk-bentuk tes bahasa yang digunakan dikaitkan dengan komponen bahasa atau kemampuan berbahasa yang diutamakan dalam penyelenggaraannya, dam dapat berupa salah satu dari bentuk-bentuk tes berikut :

    1. Tes Bunyi Bahasa
Penyelenggaraan tes bunyi bahasa, pada umumnya lebih banyak merupakan bagian dari penyelenggaraan pengajaran bahasa sebagai bahasa asing daripada pengajaran bahasa pertama. Sasaran tes bunyi bahasa secara umum meliputi penguasaan seluruh sistem bunyi bahasa secara pasif-reseptif, maupun dalam bentuk melafalkan dan menggunakan bunyi bahasa secara aktif-produktif. Selain bunyi-bunyi bahasa dalam bentuk konsonan dan vokal, sistem bunyi bahasa selengkapnya meliputi pula tinggi-rendahnya suara, tekanan kata dan kalimat, intonasi dan sebagainya. Tingkat penguasaan terhadap bagian-bagian dari sistem bunyi bahasa itu merupakan sasaran tes bahasa, khususnya tes bunyi bahasa.

2.      2.  Tes Kosakata
Sebagian besar dari komponen bahasa, kosakata terdiri dari kata-kata yang digunakan dalam komunikasi melalui bahasa, baik penggunaan bahasa secara lisan maupun secara tulisan. Dalam komunikasi melalui bahasa, kosakata merupakan unsur yang amat penting. Makna suatu bahasa, sebagian besar ditentukan oleh kosakata yang digunakan dalam pengungkapannya. Dari kosakata itulah suatu wacana memperoleh sebagian besar maknanya, di samping juga dari unsur-unsur lain dari wacana, seperti tekanan suara dan intonasi. Tes kosakata terutama berkaitan dengan penguasaan makna kata-kata, di samping kemampuan menggunakannya pada konteks yang tepat dan tempat yang tepat pula.

3.       3.Tes Tatabahasa
Tata bahasa merupakan suatu himpunan dari patokan-patokan dalam stuktur bahasa. Stuktur bahasa itu meliputi bidang-bidang tata bunyi, tata bentuk, tata kata, dan tata kalimat serta tata makna. Sasaran tes tatabahasa secara garis besar meliputi pemahaman dan penggunaan pembentukan kata, frasa dan kalimat. Tes yang dapat dikembangkan untuk pemahaman dan penggunaan pembentukan kata, frasa dan kalimat itu dapat didasarkan atas salah satu atau lebih format tes. Tes tatabahasa dapat disusun dalam bentuk tes esai, tes pilihan ganda, tes melengkapi, tes jawaban pendek, dan sebagainya.

4.       4. Tes Menyimak
Sebagai satu dari empat kemampuan berbahasa, menyimak merupakan kemampuan yang memungkinkan seorang pemakai bahasa untuk memahami bahasa yang digunakan secara lisan. Karena banyaknya komunikasi sehari-hari yang dilakukan secara lisan, kemampuan ini sangat penting dimiliki oleh setiap pemakai bahasa. Tes menyimak dilakukan dengan memperdengarkan wacana lisa sebagai bahan tes. Wacana itu dapat diperdengarkan secara langsung oleh seorang penutur, sedapat mungkin penutur asli bahasa yang merupakan sasaran tes, atau sekedar melalui rekaman. Wacana yang telah diperdengarkan itu disertai dengan tugas yang harus dilakukan, atau pertanyaan yang harus dijawab.

5.       5. Tes Membaca
Membaca merupakan kegiatan yang penting, karena pada zaman modern ini informasi tentang perkembangan itu direkam dan disebarluaskan melalui berbagai media, termasuk media cetak dalam bentuk naskah,selebaran, surat kabar, buku dan sebagainya. Untuk memahami semua jenis informasi yang termuat dalam berbagai bentuk tulisan itu, mutlak diperlukan kegiatan membaca disertai kemampuan untuk memahami isi bacaan tersebut. Kemampuan memahami isi bacaan itulah yang menjadi tujuan pokok dari pelajaran membaca dalam pengajaran membaca, dan sekaligus merupakan sasaran utama dari tes membaca atau lebih tepat dan lengkapnya tes kemampuan membaca. Tes membaca dapat dilakukan dalam bentuk tes subyektif dengan pertanyaan-pertanyaanyang dapat dijawab melalui jawaban panjang dan lengkap, atau sekedar jawaban-jawaban pendek. Selain itu tes membaca dapat pula disajikan dalam salah satu bentuk tes obyektif, seperti tes melengkapi, menjodohkan, bentuk pilihan ganda, atau bentuk-bentuk gabungan.

6.       6. Tes Berbicara
Sebagai suatu bentuk penggunaan bahasa, berbicara merupakan kegiatan berbahsa yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berbicara seseorang berusaha untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya kepada orang lain secara lisan. Tes berbicara dapat dilakukan dengan menceritakan kembali cerita yang telah disampaikan atau didengar dengan menggunakan bahasa sendiri, bisa juga dengan memeberikan gambar dan menceritaka tentang gambar tersebut.

7.       7. Tes Menulis
Menulis merupakan usaha untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan yang ada pada diri seorang pemakai bahasa melalui tulisan. Dalam mengungkapkan diri secara tertulis, seorang pemakai bahasa memiliki lebih banyak kesempatan untuk mempersiapkan dan mengatur diri, dalam hal yang ingin diungkapkan. Secara umum tes tertulis dapat dilakukan dengan cara tes menulis bebas peserta dapat menentukan sendiri apa yang ingin ditulisnya dan bagaimana menyusun tulisannya dengan rambu-rambu yang ditetapkan secara minimal.

8.      8. Dikte
Dikte adalah melafalkan atau membacakan suatu wacana ubtuk dituliskan oleh orang lain. Dalam pengajaran bahasa, dikte dapat diterapkan sebagai salah satu bentuk pengajaran atau salah satu bentuk tes. Kemampuan berbahasa yang dituntut dalam dikte pertama-tama adalah kemampuan menyimak dalam artinya yang luas. Kemampuan menyimak yang lengkap meliputi kemampuan mengenali bunyi-bunyi bahasa dan membedakannya satu dari yang lain, serta memahami makna wacananya. Tes dikte dapat dilakukan dengan membacakan sebuah wacana dan meminta peserta tes untuk menuliskan kembali apa yang telah dibaca, wacana tersebut bisa dibaca sebanyak tiga kali. Bacaan pertama dilakukan terhadap seluruh teks untuk memberikan kesan dan gambaran umum tentang teks yang digunakan, bacaan kedua dilakukan bagian demi bagian, masing-masing diikuti dengan jeda yang cukup bagi peserta dikte untuk menuliskannya, bacaan ketiga dilakukan kembali terhadap seluruh teks menjelang akhir dikte, denga kecepatan biasa, maksud bacaan terakhir ini untuk memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan pemeriksaan akhir terhadap pekerjaannya.

    


Related : 8 Bentuk Tes Bahasa Indonesia

0 Komentar untuk "8 Bentuk Tes Bahasa Indonesia"